Wednesday, September 3, 2008


Oleh : Abdul Hafiz

Melihat fenomena yang terjadi pada masyarakat, puasa hanya menjadi ritual tahunan belaka, tanpa adanya perhitungan, apakah puasanya diberkahi atau tidak?

Puasa merupakan rukun islam yang ketika setelah syahadat dan shalat. namun penerapannya pada umat saat sekarang apakah sudah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh rasullullah SAW kepada kita.



Begitu banyak kekeliruan yang kita temukan, Pertama, mulai dari Budaya BALIMAU yang sudah menjadi tradisi pada masyarakat Sumatera Barat (Minagkabau, kalau kita menilai dari maknanya, tidak lah salah, karena BALIMAU disini diartikan dengan mensucikan hati dan diri kita dari segala macam yang akan merusak pahala ibadah kita ini, akan tetapi, kesalahannya ialah ketika Budaya BALIMAU ini disalah artikan oleh para muda-mudi kita dengan acara MANDI BASAMO baik laki-laki dan perempuan dalam satu kolam renang.

Kedua, Menahan Nafsu dalam bulan Ramadhan ini ialah, menahan dari segala yang akan membatalkan puasa kita, baik nafsu makan minum ataupun nafsu syahwat, akan tetapi muda mudi kita masih bisa berpapasan dan berpegangan tangan dan berdua-duaan.

Ketiga, Sbar menjadi benteng yang akan kita pertahankan, akan tetapi amarah masih saja dapat kita lontarkan dengan gamlang kepada orang yang membuat kita marah.

Apakah ini yang kita harapkan pada puasa kita bulan ini, atau mungkin sebuah kesempurnaan yang membawa kita kepada keberkahan ramadhan...?

Wallahu "alam Bisshawab..!

0 komentar: